Terlalu lama
Kuharus menunggu
Sampai kapankah harus tersiksa
Cinta yang dulu retak seribu
Menanti waktu untuk berpisah
Mengapa aku yang engkau salahkan
Sedangkan maaf tak kau berikan
Coba bayangkan sedalam hati
Mungkinkah hanya sampai disini
Rabu, 22 Juli 2009
MENANTI PERPISAHAN
Terlalu lama
Kuharus menunggu
Sampai kapankah harus tersiksa
Cinta yang dulu retak seribu
Menanti waktu untuk berpisah
Mengapa aku yang engkau salahkan
Sedangkan maaf tak kau berikan
Coba bayangkan sedalam hati
Mungkinkah hanya sampai disini
Kuharus menunggu
Sampai kapankah harus tersiksa
Cinta yang dulu retak seribu
Menanti waktu untuk berpisah
Mengapa aku yang engkau salahkan
Sedangkan maaf tak kau berikan
Coba bayangkan sedalam hati
Mungkinkah hanya sampai disini
Selasa, 30 Juni 2009
MENANTI
Separuh waktu
tak pernah kulewatkan
untuk menanti hadirmu
kau bagai bidadari kecil
yang slalu bersinar dihadapku
namun. .
tak pernah terpikir bagiku
dimatamu kubagai sebatang rumput liar
rumput yang tiada arti
yang tak pernah indah bila dipandang
tak pernah kulewatkan
untuk menanti hadirmu
kau bagai bidadari kecil
yang slalu bersinar dihadapku
namun. .
tak pernah terpikir bagiku
dimatamu kubagai sebatang rumput liar
rumput yang tiada arti
yang tak pernah indah bila dipandang
MENANTI
Separuh waktu
tak pernah kulewatkan
untuk menanti hadirmu
kau bagai bidadari kecil
yang slalu bersinar dihadapku
namun. .
tak pernah terpikir bagiku
dimatamu kubagai sebatang rumput liar
rumput yang tiada arti
yang tak pernah indah bila dipandang
tak pernah kulewatkan
untuk menanti hadirmu
kau bagai bidadari kecil
yang slalu bersinar dihadapku
namun. .
tak pernah terpikir bagiku
dimatamu kubagai sebatang rumput liar
rumput yang tiada arti
yang tak pernah indah bila dipandang
MENANTI
Separuh waktu
tak pernah kulewatkan
untuk menanti hadirmu
kau bagai bidadari kecil
yang slalu bersinar dihadapku
namun. .
tak pernah terpikir bagiku
dimatamu kubagai sebatang rumput liar
rumput yang tiada arti
yang tak pernah indah bila dipandang
tak pernah kulewatkan
untuk menanti hadirmu
kau bagai bidadari kecil
yang slalu bersinar dihadapku
namun. .
tak pernah terpikir bagiku
dimatamu kubagai sebatang rumput liar
rumput yang tiada arti
yang tak pernah indah bila dipandang
Minggu, 21 Juni 2009
LAGUNA
Jernihnya airmu bagai tak ternoda
Sunyinya duniamu Bagai tak berpenghuni
Hanya kicau burung yang menemani
Tak lebih. .
Diiringi lantunan semut
Yang berjalan beriring mencari kehidupan
Entah kenapa. .
Duniamu begitu indah
Tak mampu ku menggapainya
Sunyinya duniamu Bagai tak berpenghuni
Hanya kicau burung yang menemani
Tak lebih. .
Diiringi lantunan semut
Yang berjalan beriring mencari kehidupan
Entah kenapa. .
Duniamu begitu indah
Tak mampu ku menggapainya
LAGUNA
Jernihnya airmu bagai tak ternoda
Sunyinya duniamu Bagai tak berpenghuni
Hanya kicau burung yang menemani
Tak lebih. .
Diiringi lantunan semut
Yang berjalan beriring mencari kehidupan
Entah kenapa. .
Duniamu begitu indah
Tak mampu ku menggapainya
Sunyinya duniamu Bagai tak berpenghuni
Hanya kicau burung yang menemani
Tak lebih. .
Diiringi lantunan semut
Yang berjalan beriring mencari kehidupan
Entah kenapa. .
Duniamu begitu indah
Tak mampu ku menggapainya
Langganan:
Postingan (Atom)